2

Kelulusan, sesuatu yang aku syukuri

Lama tak menulis, mau sejenak mengenang peristiwa di 2009. Kalau ditanya tentang kelulusan, mesti bongkar-bongkar lagi memori 4 april 2009, saat kelulusan S1 Akuntansi.

image

~Malam pepasan alumni~

Kalau ditanya perasaan hari itu, pastilah teramat bahagia. Haaah… Terbayar sudah perjuangan 4,5 tahun di kampus tercinta. Meski aku menikmati masa kuliah, saat kebersamaan dengan sahabat dengan segala suka dukanya. Tetapi terselip juga keinginan untuk segera masuk ke ‘real world’ kata orang, dunia setelah kuliahlah yang sesungguhnya.
Ada sedikit rasa takut, saat resmi jadi sarjana, otomatis resmi pula menyandang predikat pengangguran, perhalus pencari kerja. Dan pertanyaan mampukah aku melewatinya?, berkecamuk di dada. Oke, sehari wisuda, nikmati dulu euforianya. Saat dimana aku dan keluarga kecil yang terdiri dari mama, bapak dan adik laki-lakiku, bisa ku boyong ke auditorium kampus untuk melihat saat berjalan ke pentas, dipanggil namanya dan disalami pak Dekan. Meskipun, kalau ditanya puas gak dengan pencapaian itu, belum. Ada rasa dimana, ada keinginan yang tak tercapai. Saat pertama masuk kuliah, aku ingin jika tamat bisa menjadi lulusan terbaik, nyatanya aku lulus dengan kategori baik saja.

image

~Bersama orang tua~

Waktu tak bisa diputar, saatnya berdamai dengan kenyataan. Bismillah, yang penting kedepannya usaha dan berdoa, toh nilai bukan segala-galanya buat dapat kerja. Yang paling berat, hingga aku mengapresiasi diri sendiri dari kekulusan itu ialah masa skripsi. Sempat mandek dan prosesnya panjang, hamper 1tahun hanya untuk menemukan judul skripsi, juga proses pengerjaan danmenyelesaikannya. Ditambah lagi, aku saat itu GALAU, karena hubungan yang baru kandas. So, kerjaannya mewek-nagis-galau, seperti rutinitas. Bahan aku sebodo dengan yang namanya  tamat kuliah. Separah itu 
Patah hati bikin dunia kelabu, gak bersemangat. Untunglah, peran sahabat di kampus yang member semangat dan gak bosan nanyain kelanjutan skripsi bikin aku sedikit demi sedikit mulai mengerjakannya.  Seorang teman cowok yang cakep, karena termasuk salah satu yang bertanya bikin aku mendadak suka sama dia, hehe. Dia pula yang bikin aku semangat, padahal dianya sendiri melakukan itu hanya menunjukkan pedulu pada teman saja, tidak lebih. Aku menjadikan dia role model, karena dia sudah selesai dengan skripsinya. Bahkan sedang sibuk mengurus persiapan wisuda.
Dia pula, yang kelak membuat aku memutuskan melangkahkan kakii ke ibu kota buat merantau. Setelah dia tamat, dia ikut tes di salah satu kantor akuntan besar di Jakarta dan lulus. Maka aku berniat ke Jakarta, pas pula momentum ikut tes CPNS di Jakarta, dan kelak disana petualangan ku dimulai.

image

Waah, udah melantur kemana-mana yah? Maaf, hihi.. Sekarang, sekian tahun kemudian, ketika sudah berada di dunia kerja dan bahkan kembali ke kota kelahiran setelah puas merantau 2tahun di Jakarta, aku menyadari sesuatu.. Hari itu, karena hari itu maka aku sampai ke aku yang saat ini. Walaupun, belum puas dengan karir /pekerjaan saat ini, hari dimana kelulusan adalah sebuah hari yang patut disyukuri. Karena dukungan orang tua, keluarga, sahabat juga kerja keras kita, hari itu tiba.  Hari dimana aku dapat membagi senyum dan kebahagiaan bagi mereka semua. Menikmati memakai toga dan kebaya. Meskipun harus rela bangun pagi-pagi buat di make up. Dan satu lagi, hari itu pertama kali kami punya foto keluarga di studio. Karena orang tuaku bukan tipe yang suka berfoto studio. Alhamdulillah ada sesuatu yang bisa dikenang sampai nanti-nanti. image