Surat Untuk Bapakku

Bapakku Tersayang….

Hati ini terbelit rindu
bila saja aku mampu memotong jarak
agar selalu dekat dan erat bersamamu
aku benci kehilangan waktu…

Taukah Engkau, aku ingin seperti dahulu. Saat aku masih dalam gendonganmu, menggelayut manja dalam pelukanmu. Bapak, setiap kali engkau pulang kerja, dan aku menantikan kepulanganmu. Melihatmu adalah kebahagiaan besar untukku.

Dengan kehadiranmu, aku menjadi;

Anak-anak pagi, yang…
berlari menyongsong sang mentari
Degan semangat membuncah di hati

Anak-anak pagi, yang…
Tak pernah berhenti langkahkan kaki
walau hari terlihat tak pasti

Bapak, taukah Engkau, darimu lah anakmu ini belajar menjadi berani. Berani untuk menghadapi dunia. Menghadapi siapa saja.Bapak dengan cinta darimu aku mengerti; Pun cinta itu sederhana, ia adalah sumber kekuatan yang mampu menggerakkan atau melumpuhkan kehidupan. Saat kau kehilangan, kau kehilangan kebahagiaan, dan saat kembali menemukan disana ada titik harapan.

Dari jauh ku yakin kau mengingatku
dalam tiap untaian do’amu
seperti aku pun mencoba begitu
jangan pernah berhenti, aku butuh itu

Jalanku baru akan ku retas
dalam lebih dan kurang sebagai batas
tetapi aku tak akan menyerah sampai tuntas
agar semua beban di pundakmu ayah bisa lepas…

Bapak, sebait sajak rindu ini untukmu, dari aku yang sering kali malu-malu. Menunjukkan rasa cintaku.

”Bulir rindu tak pernah mengering
biarpun panas menyerap segala yang ku punya
Dehidrasi bukan untuk membunuh cintaku
meski kelak ku mati dan kembali pada bumi
sudah ku katakan pada udara
agar ia mau mendengar ”

Bapak, Terima kasih banyak…..

Tuhan mengirimmu
tak hanya untuk jadi imam ibuku
yang menjaganya dengan segenap waktu

Tuhan memilihmu
dengan segenap penciptaanku
dalam darahku ada bagian tubuhmu
melekatkanku sebagai anakmu

ayah, mungkin aku tak pernah menyeka peluhmu
tak mengerti tetang penatmu
bukan keluh, selalu kau sembunyikan
demi memberi kebahagiaan

duhai cahaya keluarga
yang matanya selalu penuh cinta
saat jarak sedang menguji kita
ku tetap bisa merasa hadirmu ada

ayah, bukanlah air mata
membasahi rindu yg meraja
bulir-bulir do’a
ku pinta untukmu syorga

ayah, sampai nanti
engkau yang menikahkan
kau titipkanku pada seorang lelaki
yang bisa membawa kebahagiaan

aku tetap anak perempuan kecilmu
yang akan mencintaimu.

Sampai kapanpun itu……………………………………………………

 

with love,

 

chi

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s