Negeri Neri~Sebuah Resensi~Dongeng Indah Masa Kini

1450123_10200763187989996_517577369_n

Pengarang: Sari Safitri Mohan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 284

Negeri Neri, buku ini kudapat dari Kuis yang diadain mbak di twitternya, terima kasih banyak mbak. Juga penulisnya yang membonuskan tas cantik dari NewYork, ya karena si mbak yang di profil twitternya menuliskan: “Former journalist & teacher. Occasional dancer. Dumpling & tea lover. Writer.New York · “, sedang berada disana. Thank you so much, Sukaaaaaaaaaa.

Baiklah, sekian saja asal usul si buku, kita masuk ke resensinya….

Pertama kita kutip dulu sinopsisnya:

“Kak, memang gimana rasanya laki-laki dan perempuan yang berpelukan dan hujan-hujanan?”

Flora seperti tersengat listrik mendengar pertanyaan Mala, adiknya yang masih enam tahun. Namun wajah si adik tampak begitu polos dan serius ingin mengetahui jawabannya.

Pertanyaan itu ternyata muncul dari dongeng yang diceritakan Ibu Bunga—wanita yang, menurut Mala, tinggal jauh di dalam hutan di belakang rumah Flora dan Mala. Dongeng tak lazim untuk anak-anak itu kemudian diceritakan Mala pada Flora, yang kemudian menuangkannya dalam bentuk cerita bersambung untuk dimuat di buletin sekolahnya, SMA Negeri 1 Sanggara.

Kisah itu menarik perhatian pembaca dan mereka selalu menantikan kelanjutannya. Namun tak ada yang menyangka kisah berjudul Negeri Neri itu bakal mengusik seorang tokoh penting di kota Sanggara dan menggemparkan warga kota kecil itu.”

*****

Dari  si Chi…

Pernahkah dalam tubuh dewasamu merindukan sebuah dongeng, cerita fantasi yang senantiasa menjadi teman akrab dimasa kecil?? Membaca Negeri Neri, serasa dibawa kembali kemasa itu, penuh dongeng dan imajinasi.

Cerita ini dimulai dengan sebuah prolog yang mencuri perhatian: ” Malam ini akan menentaskan luka. Seseosok perempuan muda tergopoh-gopoh berlari masuk ke hutan. Di belakangnya tampak orang-orang membawa obor berbondong-bondong.”-Hal 7

Adalah Mala, gadis kecil yang selalu riang dan suka bercerita. Pada suatu ketika, saat Mala sedang tak enak badan dan membuang nasinya di halaman belakang seekor anjing masuk ke pekarangan rumahnya. Seperti menuntun Mala untuk masuk ke hutan, anjing itu berjalan semakin dalam semakin jauh. Disanalah Mala bertemu ‘ibu bunga’, wanita cantik dengan daster bunga-bunga. Ibu bunga membagikan ceritanya, yang oleh mala diberi judul Negeri Neri.

Mala memiliki seorang kakak perempuan  yang hobi menulis, namanya Flora. Semua kisah Negeri Neri yang Mala dengar dari ibu bunga akan diceritakannya pada Flora. Setengah tidak percaya, sosok adik kecilnya berubah menjadi dewasa ketika bercerita. “Kak, memangnya gimana rasanya laki-laki dan perempuan yang berpelukan dan hujan-hujanan?” Flora seperti tersengat listrik seribu watt mendengar pernyataan Mala.-Hal65

Negeri Neri dimulai dari dua puluh lima tahun yang lalu, sepasang suami-isteri bernama Halim dan Arum. Halim, lelaki miskin namun pekerja keras meminang Arum yang cantik jelita. Sehari-hari Halim bekerja sebagai tukang kebun , siapa pun yang butuh jasanya membuat taman rumah menjadi indah, Harun lah jagonya. Termasuk Pak Nusa, orang terpandang di daerah mereka. Bertahun-tahun kemudian Halim dan Arum dikaruniai anak perempuan bernama Erlin. Suatu waktu, Erlin menggantikan inbunya mengantarkan bekal makan siang untuk sang ayah, disanalah takdir mempertemukan Erlin dengan Aria (anak lelaki Pak Nusa).

Cinta itu timbul pada pandangan pertama, sayangnya tidak berjalan mulus. Perbedaan strata sosial begitu kentara membentengi.

Dalam Negeri Neri Tak melulu tentang Erlin dan Aria. Terselip juga kisah Flora dan Rio, pemimpin redaksi Suluh sebuah buletin sekolah. Flora yang iseng mengirim setiap cerita Mala, yang sudah ditulis ulangnya ke Suluh. Cerita itu akhirnya diterbitkan sebagai cerita bersambung. Terpilihnya Flora mengisi Suluh membuat iri Tricia gadis manis yang manja, anak petinggi di daerah mereka. Tricia ingin bisa menulis sehebat Flora, agar bisa berdekatan dan menarik perhatian Rio. Maklum saja, Rio yang selalu bersikap dingin pada Tricia dan gadis lain di sekolahnya yang terkagum-kagum padanya.Terbitnya Negeri Neri rupanya menuai masalah lain bagi Flora, seseorang tak suka kisah itu diterbitkan. Ancaman demi ancaman datang, membuat Flora meragu untuk melanjutkan menulis Negeri Neri.

Novel ini mengambil setting kota kecil Sanggara. SaFitri Mohan dengan gaya bercerita yang sederhana namun luwes mampu membuat Negeri Neri memikat. Kita akan disuguhi alur maju-mundur-maju. Flash back masa lalu dan sebuah misteri yang ingin diungkap. Ada rasa deg..deg-an saat membacanya. Dengan ending yang tak terduga.

4 bintang dari 5, untuk Negeri Neri.

pizap.com10.48882136167958381387667608390

Kalimat-kalimat berkesan untuk dikutip:

~Biarlah dia seperti itu. Dia anak laki-laki. Biar dia coba apa pun~ Hal 5

~Apakah kau menyukai perasaan asing ini~Hal 161

~Pagi hari bunga-bunga itu akan memberimu semangat dan keceriaan. Sore hari, bunga-bunga itu siap menyimpan seluruh ceritamu seharian~ Hal 107

~Cintanya tidak akan bisa berhenti biarpun larangan kepadanya bertubi-tubi~ Hal 112

~Jangan kau lupakan aku. Jangan pernah kau hilangkan jejakmu~ Hall 285

Advertisements

2 thoughts on “Negeri Neri~Sebuah Resensi~Dongeng Indah Masa Kini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s